Setelah posisinya diambil alih oleh Facebook, Yahoo! menggandeng microblogging berformat 140 karakter itu, Yahoo! berharap pengguna Internet mendapatkan beragam sumber hasil pencarian, dan bisa terus meng-update status Twitter mereka tanpa harus meninggalkan Yahoo!.
Langkah menggaet Twitter dan memaksimalkan fitur jejaring sosial bukanlah hal pertama yang dilakukan oleh para pelaku industri Internet dunia. Sebelumnya, Google telah meluncurkan Google Buzz yang ditujukan untuk meraih perhatian para pengguna jejraing sosial yang semakin tak terbendung. Facebook dan Twitter dianggap sebagai media yang cukup menjanjikan untuk bisa membantu mempertahankan diri di tengah persaingan sengit pasar mesin pencarian. Hingga kini, pengguna Facebook mencapai 350 juta, sedangkan setiap harinya pengguna Twitter mampu menghasilkan jumlah posting-an sebanyak 50 juta tweet.
Yahoo menolak untuk mempublikasikan biaya yang telah mereka keluarkan untuk kerja sama ini. Namun dilihat dari kerja sama Twitter dengan Google dan Microsoft, masing-masing perusahaan membayar sekitar USD25 juta untuk memasukkan status Twitter ke dalam mesin pencarian mereka.
Langkah menggaet Twitter dan memaksimalkan fitur jejaring sosial bukanlah hal pertama yang dilakukan oleh para pelaku industri Internet dunia. Sebelumnya, Google telah meluncurkan Google Buzz yang ditujukan untuk meraih perhatian para pengguna jejraing sosial yang semakin tak terbendung. Facebook dan Twitter dianggap sebagai media yang cukup menjanjikan untuk bisa membantu mempertahankan diri di tengah persaingan sengit pasar mesin pencarian. Hingga kini, pengguna Facebook mencapai 350 juta, sedangkan setiap harinya pengguna Twitter mampu menghasilkan jumlah posting-an sebanyak 50 juta tweet.
Yahoo menolak untuk mempublikasikan biaya yang telah mereka keluarkan untuk kerja sama ini. Namun dilihat dari kerja sama Twitter dengan Google dan Microsoft, masing-masing perusahaan membayar sekitar USD25 juta untuk memasukkan status Twitter ke dalam mesin pencarian mereka.
![]()











